HASIL DRAWING LIGA CHAMPION QUARTER FINAL 2016- 2017 | ATL MADRID VS LEICESTER * DORTMUND VS MONACO * BAYERN MUNICH VS REAL MADRID * JUVENTUS VS BARCELONA | HASIL DRAWING LIGA EROPA QUARTER FINAL 2016- 2017 | ANDERLECH VS MAN UNITED * CELTA VIGO VS RACING GENK * AJAX VS SCHALKE * LYON VS BESIKTAS |

SKYSPORTSINDO | BERITA BOLA | HASIL PREDIKSI PERTANDINGAN SEPAKBOLA | SI BENGAL ASAL ARGENTINA YANG MEMILIKI KARIR CEMERLANG


Skysportsindo.com - Carlo Alberto Tevez atau lebih dikenal Carlos Tevez. Si bengal asal Argentina, lahir pada 5 Februari 1984 di Buenos Aires ini merupakan pemain sepakbola profesional.

Tevez memulai karir sepakbolanya di klub All boys dan Boca Junior,Argentina. Karir sepakbolanya sangat cemerlang. Menurut data dari skysports dia pernah terpilih sebagai pemain terbaik Amerika Selatan pada tahun 2003,2004 dan 2005.

Karir sepakbolanya kian melonjak saat mencoba peeruntungan di Liga Inggris tepatnya saat berkostum Manchester City. Pada musim 2010-2011 Tevez meraih torehan 20 gol dalam semusim dan menjadi topskor pada musim tersebut.

Untuk karir di timnas Tevez pertama kali bermain saat piala dunia FIFA U-17, kemudian pada olimpiade di Athena 2004 dia berhasil membukukan 8 gol. Pada tahun 2004 dia menjadi pencetak gol terbanyak dunia di semua ajang. 

Untuk karir seniornya di timnas pertama kali adalah pada tahun 2006 di ajang piala dunia. Pada ajang tersebut dia hanya membukukan satu gol.  

Di luar segala prestasinya, ia pernah dua kali diusir dari lapangan selama Kualifikasi Piala Dunia FIFA 2010. Pertama, ketika melawan kolombia pada 21 November 2007 setelah menendang salah seorang pemain belakang Kolombia, Rubén Darío Bustos di menit 24. Berikutnya pada 9 September 2009, ia mendapat kartu merah setelah terlambat melakukan tackling terhadap Darío Verón di menit 31, pada pertandingan yang berakhir imbang 1-1 kontra Paraguay. Tévez kemudian meminta maaf atas insiden tersebut.

Pada babak 16 besar Piala Dunia FIFA 2010 yang digelar di Afrika Selatan, Tévez berhasil mencetak dua gol ketika bertanding melawan Meksiko. Gol pertamanya yang berupa sundulan, mengundang kontroversi karena sebelumnya ia sudah dalam posisi offside. Tévez mencetak gol keduanya dengan tendangan keras dari luar kotak penalti.

Setelah pengangkatan Alejandro Sabella sebagai pelatih pada Juli 2011, Tevez tidak dipilih dalam skuad Argentina selama tiga tahun, dan tim selesai sebagai runner-up di Piala Dunia FIFA 2014.